Foto: Tim SOS ACT menggelar konpers melalui Skype kepada wartawan yang hadir di Menara 165, Jakarta.
KIBLAT.NET, Jakarta – Dalam jumpa pers Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Menara 165, Cilandak, Jakarta Timur, Relawan ACT, Rahardiansyah melakukan siaran langsung menggunakan Skype dari Kota Pengungsi, Reyhanli Turki kepada wartawan.
Rahadiansyah, Koordinator Tim SOS ACT Suriah XIV, mengungkapkan bahwa ia bersama seorang rekan yang diberangkatkan ke Ghouta Timur, Suriah sudah tiba di Reyhanli, perbatasan Turki Suriah pada Ahad (25/02/2018) sore. Kedatangan mereka beriringan dengan suara mortir yang ditembakkan rezim Assad ke warga Suriah.
“Kami Tim SOS ACT kemarin sore sudah tiba di Reyhanli, tepatnya di perbatasan dekat Idlib. Kami kemarin juga mengunjungi salah satu perbatasan di Idlib karena penduduk Turki tidak mengizinkan kita untuk masuk, dan para pengungsi juga tidak diperbolehkan lagi untuk masuk ke Ghouta Timur kecuali memang mereka yang memilki keluarga, dan mereka yang bisa masuk sudah melalui Reyhanli ini,” ungkap Rahadiansyah, Senin (26/02/2018) pagi waktu setempat.
Rahadiansyah menyebut, terdapat 120 ribu pengungsi yang berada di Reyhanli, dan tim SOS ACT akan fokus melakukan aksi emergensi untuk pengungsi.Menurut sumber ACT di Ghouta, masih ada sekitar 400 ribu lebih warga Suriah yang enggan keluar Ghouta Timur karena berusaha mempertahankan tanah mereka.
“Mereka tidak berkenan untuk keluar, karenanya mereka membangun bunker-bunker pengungsian, kurang lebih ada 400 ribu penduduk yang tetap bertahan, meski di dalamnya juga ada anak-anak, lansia, dan para wanita di sana. Mereka di Ghouta timur akan bertahan disana, ini merupakan seperti sebuah praktek kecintaan tanah air yang besar dari penduduk Ghouta Timur,” ungkapnya.
Hingga kini, sebut Rahadiansyah, tercatat ada 500 warga yang telah meninggal dan sebagian besar meruapakan anak-anak dan banyak juga yang meninggal karena bom klorin dari rezim Assad.
Tim SOS Syria telah bekerjasama dengan mitra lokal yang memiliki relawan di Ghouta Timur. Sedangkan tim yang tertahan di Reyhanli akan fokus untuk memberi bantuan berupa pangan, pakaian, dan medis di pengungsian.
“Suhu di Reyhanli 6 derajat, cukup dingin sekali. Kemarin (Ahad) Kita baru datang sudah disambut dentuman bom dan senjata yang saling bersahutan. Karena di Idlib ini pemerintah Turki sedang gencar melakukan operasi untuk membersihkan tentara Kurdi yang mengganggu beberapa daerah negara turki. Kami mohon doa untuk keberadaan kami di sini, dan juga untuk berhasil nya bantuan ini untuk Ghouta Timur juga,” tukasnya.
Reporter: Muhammad Jundi
Editor: Fajar Shadiq
Editor: Fajar Shadiq








